irajimmy.com on
November 9th, 2012
Assalamualaikum
Warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa hari
lalu, kawan saya mengirim email ke saya. Berikut ini saya sharingkan juga untuk
sahabat semua.
Seorang
laki-laki asal Bosnia rela berjalan kaki 5.650 km menuju Mekkah, demi penuhi
kewajibannya sbg muslim menunaikan ibadah haji.
Senad Hadzic,
pria berusia 47 tahun itu mengaku perjalannya tidak mudah. Dia sempat
menghabiskan waktu berjam2 di perbatasan Suriah tuk dapatkan visa. Dia juga
ungkapkan sempat lalui banyak pos yg dijaga tentara Suriah dan pemberontak.
“Beberapa di
antara mrk bahkan mencium Al-Quran yang saya bawa,” katanya.
Hadzic memulai
perjalanannya dari kota dekat Sarajevo akhir tahun lalu.
Cobaan pertama
yg dihadapinya adalah melewati suhu minus 35′C di Bulgaria Desember lalu.
“Tidak ada hari
yang mudah. Setiap hari selalu sulit. Tapi pada waktu yg sama terasa
mengasyikan,” ujar Hadzic.
Hadzic
mengisahkan kesulitan dan ketegangan yang dialaminya, terutama saat melintasi
wilayah Suriah.
“Tidak ada yang
menembak saya. Saya dihentikan oleh orang bersenjata, memeriksa paspor saya.
Tapi, ketika saya mengatakan dlm perjalanan menuju Allah, baik pemberontak
maupun militer Presiden Assad membiarkan saya pergi.”
Bagi Hadzic,
sepanjang perjalanan dia hanya mengingat Allah. Dia percaya Allah akan selalu
menjaganya. “Jika saya tidak percaya kpd Allah, bhw dia bersama saya,
melindungi, dan menjaga, saya mungkin tidak akan mampu melewati Bulgaria,
apalagi Mekkah.”
Hadzic berhasil
tiba dgn selamat di Mekkah pada Sabtu (20/10) setelah melintasi 7 negara, 2
gurun, TANPA UANG, dan hanya membawa tas ransel seberat 20 kilogram.
SUBHANALLAH… :’(
Bagaimana dengan
kita…???
Shalawat:
??????????? ????? ????? ????????? ?? ??? ?????????
Inline image 1
Berikut ini saya
kirimkan kutipan twitter UYM tentang #komen, semoga kita bisa memetik hikmahnya
juga.
Wassalamualaikum
Warahmatullahi wabarakatuh
Jimmy Wahyudi
Bharata
(w)
www.irajimmy.com
(t)
@jimmy_alkalam
—————————————————————
#komen 1. Kalo
orang komen terhadap saya yang nyanyi, itu tandanya perhatian. Sayang. Cinta.
Peduli.
#komen 2. Gpp
koq. Jgn takut, jgn sungkan, jgn segan: ngasih saran, ngasih kritik, apalagi
ngasih duit… He he he… *kalem.
#komen 3. Seorang
ustadz bukan malaikat, apalagi Tuhan. Dan jagalah ia dengan nasihat Kwn2 semua.
Juga dg doa.
#komen 4. Saling
nasihat menasihati, adalah amal saleh yang luar biasa. Hingga ia termaktub
dalam surah al ‘Ashr. Surah ke 103.
#komen 5. “Demi
masa. Sesungguhnya manusia berada dalam krugian. Kecuali orang2 yang
beriman&mngerjakn kebaikan serta saling menasihati…
#komen 6. …
Saling menasihati u/ kebenaran & saling menasihati u/ kesabaran. (Qs. Al
Ashr [103]: 1-3).
#komen 7. Jadi,
saling menasihati/memberi saran, itu perintah Allah. Dan perintah Allah itu,
ibadah. Bila melakukannya karena Allah, berpahala.
#komen 8. 2005
ngerelease Maha Kasih. Episode Tukang Bubur Naik Haji bahkan sekarang jadi
serial, meski tanpa saya. Jadi jalan dakwah tersendiri.
#komen 9. 2007
nya ngerealese film layar lebar Kun Fayakuun. Wkt itu Kun Fayakuun saya tarik
dari peredaran, Padahal baru aja tayang.
#komen 10. Sebab
ternyata jam tayang di bioskopnya tabrakan selalu dengan jam shalat. Saya ga
mau.
#komen 11. Di
tepi pantai batu licin, tanah bumbu, kalsel, saya putuskan, tarik saja. Ga usah
diperpanjang.
#komen 12.
Sinetron Maha Kasih waktu itu dirilis, sebab banyak sinetron yg berbau kuburan,
mistik, klenik, &pertikaian/permusuhan.
#komen 13. Kita
hadirkan alternatif. Bukan sekedar ngomong, tapi kasih pilihan. kasih alternatif.
#komen 14. Kun
Fayakuun versi layar lebar juga demikian. Wkt itu bioskop jg isinya film2
horor, ngeseks…
#komen 15. Tidak
kurang saat itu kritikan jg dilayangkan. Gapapa. Semua kritikan saya
perhatikan. Semoga Allah trus mmbimbing jalan kita.
#komen 15.
Nasihat yg datang dari hati, pasti cakep. Nasihat apa saja, ke dan dari siapa
aja. Kalo mau ngefek, pake hati.
#komen 16.
Nasihat kakak ke adiknya, bahkan adik ke kaka. Ortu ke anak, bahkan anak ke
ortu. Tetangga ke tetangga. saudara ke sdr…
#komen 17.
termasuk dari ustadz ke jamaahnya, guru ke muridnya, dan sebaliknya. Jamaah ke
ustadznya, murid ke gurunya.
#komen 18.
Tradisi ini sungguh baik sekali. Bahkan di pemerintahan. Seorang presiden,
gubernur, walikota, harus bisa “mendengar”.
#komen 19. Bila
ga biasa “mendengar”, maka akan meradang terus. Dicolek sedikit aja, bisa
marah2 tuh pemimpin. Ga baik.
#komen 20.
Rasulullaah adalah tipe pemimpin yg kemampuan “mendengar” nya, hebat sekali.
Rasul kerap meminta sahabat2nya memberi pandangan.
#komen 21.
Subhaanallaah… Hangat sekali… Keluarga besar yg namanya Twitter, jd keluarga yg
bisa bicara, jg bisa mendengar. Mantab.
#komen 22. Eh eh
eh, jd panjang ya… Yuk, kita doain yg mudik. Biar pd selamet PP, berkah, dan jd
ibadah perjalanannya. Salam.
#komen 23. Satu
lagi. Yg belum dhuha, dhuha. Yg belum shalawat, shalawat. Yg belum mandiiiiiii,
mandi… Bau nya ampe sini… He he he…
Yusuf Mansur
?@Yusuf_Mansur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar