Kultwit
Ust. @syarifbaraja
irajimmy.com on
June 13th, 2012
1. Saya mau
share khotbah jumat tadi siang, khatib membahas pertanyaan: kenapa manusia
orang berbuat jahat?
2. Kenapa orang
melanggar larangan Allah? Kenapa manusia meninggalkan perintah Allah?
3. Khatib
membawakan jawabannya dari Al Qur’an… Yang memang lengkap membahas manusia.
Kita aja yg kurang menelaah.
4. Jawabannya
ada di surat yg akrab dg kita, sering kita baca, ada di juz 30/ juz amma.
5. Ada di surat
Al Muthaffifin, ancaman bagi mereka yg selalu mengurangi timbangan.
6. Lihat Al
Muthaffifin ayat 4-6: apa mereka tidak tahu bhw mereka akan dibangkitkan di
hari kiamat?
7. Apakah mereka
tidak merasa akan dibangkitkan menghadap Allah, yang tahu segala perbuatan
manusia?
8. Apa mereka
merasa bahwa tidak ada pembalasan? Itulah pemberitahuan Allah, berbentuk
pertanyaan.
9. Itulah yg
membuat mereka mengurangi timbangan, yaitu merasa aman dari pembalasan. Aman
dari hari kiamat.
10. Merasa bahwa
perbuatannya tidak akan dibalas di hari kiamat. Merasa tidak ada konsekuensi.
11. Mengurangi
timbangan termasuk kategori melanggar perintah Allah, dan menzhalimi orang
lain.
12. Itulah
sebabnya, karena tidak takut pembalasan. Mengira bahwa perbuatan kita tidak
dibalas, tanpa konsekuensi.
13. Jika kita
perhatikan, surat2 pendek di juz amma banyak memuat peringatan ttg hari akhir.
14. Banyak
surat2 pendek juzz amma turun di Mekkah, sebelum hijrah ke Madinah.
15. Surat2
pendek itu menanamkan keimanan pada hari pembalasan, yang menjadi pondasi
keimanan, pondasi Islam.
16. Dan surat2
pendek itu mudah dipelajari. Mudah dihafal.
17. Surat kedua,
yang menjawab pertanyaan tadi, adalah surat Al Ma’un.
18. Allah
membuka surat Al Ma’un dg pertanyaan: apakah kamu tidak MELIHAT orang yg
mendustakan agama?
19. Perhatikan
kata melihat, artinya melihat dengan mata. Bisa kita lihat. Bisa kita saksikan.
20. Apa ciri2
yang nampak dari orang yang tidak percaya pada hari pembalasan?
21. Mereka itu
menghardik anak yatim, dan tidak mengajak untuk memberi makan anak yatim.
22. Padahal
Allah memerintahkan sebaliknya, memuliakan anak yatim, dan memberi pada kaum
miskin.
23. Itulah,
penyebab mengurangi timbangan dan tidak “saleh sosial” adalah satu: tidak percaya
pembalasan Allah.
24. Perhatikan
lagi, saleh sosial di sini adlh karena beriman pada Allah, beriman pd
pembalasan
25. Sekali lagi,
karena beriman pd Allah, pada pembalasan, BUKAN karena kemanusiaan.
26. Ayat2 Al
Qur’an begitu banyak berbicara tentang hari kiamat. Terutama surat2 pendek.
27. Ayat2 itu
menanamkan keimanan pada hari kiamat, iman pada pembalasan.
28. Apakah
firman Allah adalah sia-sia tanpa guna?
30. Ayat-ayat
itu menanamkan keimanan dalam dada. Maka jangan hanya dibaca dengan mulut saja.
Hati ikut baca.
31. Harus dibaca
sambil direnungi dan diresapi dengan hati. Agar iman bertambah.
32. Iman di dada
bertambah, akibatnya amal pun bertambah, Allah pun ridho dan mencurahkan
rahmat.
33. Surat-surat
pendek, bukan surat milik anak-anak TPA saja. Tapi buat semua hamba Allah.
35. Apalagi jika
tadabbur dilakukan dalam shalat. Semakin dahsyat.
36. Mari kita
tadabbur Qur’an. Mulai dari surat2 pendek dulu. G susah koq.
37. Surat-surat
pendek, makna-maknanya juga pendek. Mudah dihafal.
38. Mudah
mengambil pelajaran dari surat-surat pendek.
39. Allah
menjadikan Al Qur’an mudah dipelajari. Tapi,
40. Bisa
dipelajari, diambil pelajaran, bagi mereka yang mau. Sudahkah kita? Jawab di
hatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar