Published by on January 5, 2013
Pertama, niat
yang sungguh-sungguh.
Kedua, ikhtiar
yang sungguh-sungguh.
Ketiga, doa yang
sungguh-sungguh. sabar2
Sehingga menurut
saya, akhirnya, di doa pun, harus sabar, tekun, rajin. Supaya dikabulkan
Allah
menjadi sabar, tekun, rajin.
Bahkan menurut
saya, di awal, supaya bisa sabar, tekun, rajin, bahkan ketika sahabat ga ada
“niat” dan ikhtiar pun, bisa juga muncul dan tumbuh niat itu dan ikhtiar itu,
dengan doa yang sungguh-sungguh.
Di mana doanya
ya itu disabarin ngelakuin doanya, ditekunin ngelakuin sabarnya, dan dirajinin
ngelakuin doanya.
Bagi para ayah
ibu, para mertua, para guru, dan para kakak, atau para adik buat kakaknya,
doalah juga yang sungguh-sungguh u/ siapa yang diinginkannya menjadi penyabar,
tekun, rajin.
Juga dalam
kesungguhan mendoakannya.
Lebih keren
lagi, jika dimunculkan niat dan ikhtiar yang sungguh-sungguh pula ingin
menjadikan anak-anaknya, mantu-mantunya, anak-anak didiknya, adik-adiknya, atau
sebaliknya, kakak-kakaknya, menjadi penyabar, tekun, rajin.
Oh ya, jangan
lupa, minta sabar, tekun, rajin, sama Allah, di semua bidang, semua urusan.
Ada banyak orang
ga sabaran usaha, bisnis. Ada banyak orang ga sabaran di pekerjaan, karir,
sehingga ga ketemu manisnya.
Ga sabaran di
penderitaannya, ga sabaran di kemiskinannya, atau ga sabaran di urusan
kekayaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar